| Perbedaan vokasi dan sarjana penting diketahui calon mahasiswa untuk memastikan tujuan kuliahnya tercapai tanpa hambatan. Sumber: Pexels.com |
NASIONALISME.NET - Meskipun masyarakat kebanyakan sudah tahu jenis-jenis jenjang pendidikan, beberapa di antaranya masih ada yang belum tahu perbedaan vokasi dan sarjana. Padahal, informasi ini penting diketahui guna membantu seseorang lebih mudah memilih jurusan untuk kuliah nanti.
Selain memudahkan, pengetahuan akan jenis jenjang pendidikan tadi juga dapat meminimalisir risiko menyesal karena memilih jurusan yang kurang diminati. Terlebih lagi, pilihan jurusan yang tepat juga bisa membuka pintu masa depan agar sesuai dengan impian kamu.
Lantas, apa perbedaan jenjang vokasi dan sarjana? Yuk, bedah informasinya di artikel ini!
Mengenal Apa itu Vokasi dan Sarjana
Definisi vokasi adalah jenjang pendidikan di perguruan tinggi yang berfokus pada pembekalan keterampilan dengan tujuan menyiapkan mahasiswanya agar siap bekerja. Selain itu, mahasiswanya juga dibekali dengan kompetensi dan keahlian teknis agar bisa menguasai bidang-bidang tertentu di suatu industri.
Contoh jurusan vokasi, salah satunya yaitu D4 Kebidanan. Di mana pada jurusan tersebut, mahasiswa akan dibekali pengetahuan yang difokuskan untuk menyiapkannya terjun ke bidang ahli kesehatan.
Sementara itu, yang dimaksud jenjang sarjana ialah pendidikan di perguruan tinggi dengan fokus pada pembekalan dasar-dasar ilmu pengetahuan suatu bidang. Salah satu strata ini juga akan memberikan pemahaman yang komprehensif seputar materi pelajaran maupun keterampilan berpikir kritis.
Berbeda dengan vokasi yang cenderung menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi ahli di bidang pekerjaan tertentu, sarjana pada umumnya diharapkan menjadi intelektual. Yang nantinya, dia tidak hanya akan berkesempatan menjadi pekerja tetapi siap juga untuk menciptakan lapangan kerja.
5 Perbedaan Pendidikan Vokasi dan Sarjana
Adapun perbedaan yang lebih kompleks seputar vokasi dan sarjana ini dapat kamu ketahui dari list berikut. Simak hingga tuntas, ya!
Tujuan Pendidikan
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, tujuan dari pendidikan vokasi ialah menjadikan mahasiswa lebih siap dan ahli pada bidang tertentu. Sementara itu, strata sarjana lebih difokuskan untuk memahami suatu ilmu.
Itulah kenapa, kebanyakan lulusan vokasi bisa langsung bekerja sementara dari jenjang sarjana sebaiknya mengikuti program profesi dulu.
Fokus Pendidikan
Dalam fokus pendidikannya sendiri, mahasiswa vokasi lebih banyak melakukan praktik dibandingkan mendapatkan teori. Adapun jenjang sarjana, mahasiswanya akan lebih banyak mendapatkan pengetahuan mendalam seputar bidang jurusan yang diminatinya.
Kurikulum Pendidikan
Perbedaan vokasi dan sarjana berikutnya terdapat di segi kurikulum. Di mana pada jenjang vokasi, komposisi kurikulumnya terdiri dari 60 persen praktik dan 40 persen teori. Dalam hal ini, mahasiswa vokasi diharuskan untuk menjalani program magang dan mengikuti praktikum sebagai salah satu bentuk penilaiannya.
Sebaliknya, strata sarjana lebih banyak diberikan pengetahuan yang bersifat teoretis. Alhasil, mahasiswanya akan difokuskan untuk melakukan penelitian dan analisis akademik untuk pengembangan suatu bidang. Kegiatan ini lebih dikenal dengan istilah seminar dan juga skripsi.
Gelar yang Didapatkan Lulusan
Dalam hal gelarnya, vokasi dan sarjana juga punya perbedaan kontras. Bagi mahasiswa vokasi, lulusannya akan mendapatkan gelar seperti Ahli Pratama (A.P.) untuk jenjang D1 dan Ahli Muda Pendidikan (A.Ma.) bagi jenjang D2.
Selain itu, ada juga gelar Ahli Madya (A.Md.) untuk D3 dan Sarjana Terapan (S.Ter.) khusus bagi lulusan D4. Adapun untuk sarjana, gelarnya adalah Sarjana (S.) untuk jenjang S1, Magister (M.) bagi lulusan S2, dan Doktor (Dr.) untuk S3.
Durasi Masa Pendidikan
Dari segi durasi pendidikannya, tingkat sarjana umumnya butuh waktu lebih lama untuk diselesaikan. Di mana untuk S1 adalah 3-4 tahun, S2 selama 1-2 tahun, dan S3 antara 3-7 tahun. Ada juga pendidikan profesi yang umumnya bakal menghabiskan waktu hingga 2 tahun.
Adapun untuk tingkat vokasi, jangka waktu kuliahnya mulai dari 1 tahun bagi mahasiswa D1 dan 2 tahun untuk D2. Sementara itu, jenjang D3 dan D4 masing-masing bisa diselesaikan dalam durasi waktu 3 dan 4 tahun maksimalnya.
Peluang Studi Lanjut
Peluang studi lanjut untuk vokasi dan sarjana juga berbeda. Meskipun saat ini sudah tersedia opsi jurusan pendidikan tingkat lanjut untuk vokasi, ini bisa dikatakan masih sangat jarang.
Sementara itu, program sarjana punya banyak pilihan studi lanjutan yang bisa ditemukan dengan mudah di berbagai kampus. Adanya perbedaan ini tentu saja bisa jadi kelebihan ataupun kekurangan tersendiri, tergantung pada sudut pandang kamu dalam melihatnya.
Nah, sekarang sudah tahu bukan apa perbedaan vokasi dan sarjana? Dengan tahu informasi ini, semoga kamu bisa memilih jurusan dengan bijak sesuai dengan minat dan tujuan kuliah, ya.